IKLAN

Cari Blog Ini

Jumaat, September 07, 2007

Babad penulis upahan di bukan merdeka 2

Ini sajak-sajak yang saya tulis sempena hari Malaysia beberapa hari lagi. Saya tulisnya sebelum merdeka. Beberapa minggu lepas. Kalau sajak ini boleh dikategorikan sebagai hasil penulis upahan, maka kejian saya yang terdahulu terkenalah batang hidung sendiri.

Sebenarnya aku tak ikhlas pun nak siarkan sajak di kat blog. Aku siarkan sebab ada kawan-kawan aku perlu akses untuk persembahan mereka. Sajak-sajak ini sebahagian atau seluruh akan mereka baca dalam Bahasa Isyarat Malaysia (MySL) dan Kod Tangan Bahasa Melayu (KTBM) nanti. Sapa ciplak aku tak halalkan dunia akhirat macam aku tak halalkan Orhan Parmuk' yang curi laptop aku untuk menghasilkan karya-karya besarnya.


BULAN KEEMPAT SESUDAH AGUSTUS (1957)

Rubah dalam sekeping daun,
tentang panji hitam dan putih, tentang darah,
ribut dan rusuh siapakah pohon yang melusuh?
Kami minum darah pengeran kau cuma bilang,
“wain, wain, wain.”

Wajah yang kecur dan pudar,
meleleh
dan satu sumpah tentang tanah.

Menjadi daging dan tulang belulang.
Menjadi rubah dalam sekeping daun.
Menjadi padi di dada dan perbukitan.
Telah kami hirup ayat-ayat yang mulia.
Kebebasan
dan
keadilan.
Kebebasan
dan
keadilan.


NENEK DI BARUH MENDENGAR MATAHARI LUSUH

Nenek telah menelan kami seperti matahari
yang menjadi cincin hitam di langit.
Suara ternakan menjadi bunyi peluru
dan matahari dari Timur berdetak di baruh
seperti kaki-kaki kuda penjaga neraka.

Nenek di baruh mendengar matahari lusuh.
Datukku ditelan mata-mata.
Kami renung ulas bibir yang tidak tertera,
“saya komunis.”


SENANDUNG PEREMPUAN MELAYU

Aku yang terpaling tua. Akulah Adam. Akulah Hawa.
Sejak gerombolan pertama jong dari Yunan dan
pria Peringgi yang datang menyutubuhi tanah, kala
tiap tangisan perempuan Melayu menjadi lagu-laguku.
Ia mengasyikkan. Suara perempuan terlanjang. Di tubuhnya
seribu urat dari emas yang tumbuh seperti bulu-bulu nafsu,
di tubuh. Dengan suara perkosaan pada tanah dan air, ia
menjadi lagu yang paling meremang. Akulah Adam dengan
karang-karangan lagu. Andaikan aku Beetoven yang mendengar
cumbu berdosa. Akulah pengeran sulung dan engkau terus
menjadi senandung. Karangkan sejuta lagi lagu demi
perempuan Melayu.


LIMA PULUH OGOS

Telah reput lima puluh Ogos
pada tangkainya; juga sebuah soal,
"bapak, bilakah kemerdekaan habis?"
Bebas itu
pulih
pada ketakutan,
pada bisikan.


YANG MERESAP DAN YANG MERAYAP

Tidak kami lihat kemerdekaan yang merayap seperti perempuan, kemerdekaan yang meresap ke permukaan, seperti juga tulisan hitam yang basah dan dalam. Kamu Maisarah adalah jadi-jadian. Menjadi lipas daripada mimpi dan ketakutan. Dalam jambangan bunga-bunga piring di laman, kami bau tanah, tempat saudaramu Azizah memecahkan cinta pada suami penggalas misil. Udara, terbangkan bau ibu-ibu kami. Tidak ada lagi pelangi. Hanya satu saja: jaluran bendera. Senandung-senandung merapung di permukaan air. Bukankah kau bersumpah demi tanah? Bukanlah kau bersumpah demi air?


BENDERA

Siapa yang merayap di jalanan sesudah September dan bersumpah tentang bendera dari ingatan? Tiada slogan, tulang-tulang, juga slogan, dan tulang-tulang sepanjang lorong dan padang. Demi Allah, darah kita juga merah.


KATA-KATA TIDAK TEWAS KEPADA SENJATA DAN LOGAM
(Terima kasih kepada Sam Ahmad)

Yang merenung dan yang bertakhta,
pemain silap mata, engkau menjadi tubuh berahi
seperti perempuan dimensi. Janganlah engkau terpedaya
dengan gubahan-gubahan
slogan, letupan dan logam.
Ada ketika kata-kata menggulingkan kuasa.
Ia tidak berbunyi,
merayap
terus
merayap.

MOHD JIMADIE SHAH OTHMAN

IKLAN

Terdapat ralat dalam alat ini

Label

Personal (47) Filem (42) Politik (32) Budaya (21) Sastera (21) Kreatif (16) Agama (15) Blogzine republik KATA (14) Artikel (11) Buku (11) Jalan Telawi (11) Meor Yusof Aziddin (11) Pekak (11) Pendidikan (9) Pencerahan (8) Sejarah (8) Cinta (7) Kewartawanan (7) Lagu (7) Sajak (7) Bahasa (6) Belasungkawa (6) Jimadie Shah Othman (6) Media (6) Teater (6) Blog Foto (5) Deaf Cultures (5) Fiksyen (5) MySL (5) Subversif (5) Anwar Ibrahim (4) Foto (4) Islam (4) Komuniti Pekak (4) Lao Zi (4) Maskara (4) Puisi (4) Tao (4) society (4) Adi Putra (3) Bahasa Isyarat (3) Carutan (3) Cerpen (3) Folk (3) Kemanusiaan (3) Metafizik (3) Rumah Pena (3) A Samad Ismail (2) Ahmad Kamal Abu Bakar (2) Aidil Fitri (2) Amin Iskandar (2) Anugerah Khatulistiwa (2) BN Perikatan (2) Catatan Pinggir (2) Daiyan Trisha (2) Demo (2) Drama (2) Etika (2) Gambar (2) Hamsad Rangkuti (2) Ili Farhana (2) Islam dan Pluralisme (2) Jepun (2) Karam Sikh (2) Komedi (2) Maskara 7 (2) Mikon (2) Mingguan Wasilah (2) Novel (2) PRU 12 (2) Pantun (2) Pas (2) Pramoedya Ananta Toer (2) Sastera Underground (2) Seni Multimedia (2) Seni Persembahan (2) Soceity (2) Sosial (2) Tanggapan (2) Tidak dikategorikan (2) Travelog (2) Utusan Malaysia (2) Yahudi (2) lagu raya (2) pop (2) sam ahmad (2) 'Mantan' Sasterawan Negara (1) 10 x 10: 100 Minutes to Change the World (1) 127 Hours (1) 1957: Hati Malaya (1) 1998 (1) 300 (1) 9 Naga (1) A. Samad Said (1) AEI (1) Ahadiat Akashah (1) Al-Hidayah (1) Allah (1) Amerika Syarikat (1) Amiena Rev (1) Ana Raffali (1) Antara-Agama (1) Apuke (1) Aron Ralston (1) Ashutosh Gowarika (1) Astro (1) BERSIH (1) Balik Pulau (1) Berhala (1) Berita Harian (1) Bibir Dalam Pispot (1) Black 14 (1) Blog (1) Bumi Manusia (1) Bunyi (1) Chairil Anwar (1) Chamil Wariya (1) China (1) Cowboys and Aliens (1) DAP (1) Danny Boyle (1) Datuk (1) Democrat (1) Demonstrasi (1) Denias (1) Dominic Sena (1) Ezam Mohd Noor (1) Fikh Wanita (1) Free Burma (1) Fun (1) GAPENA (1) Gangguan Teksual (1) Gerak (1) Goenawan Mohamad (1) HINDRAF (1) Harry Potter (1) Hassan Abdul Karim (1) Hindi (1) Hollowood (1) Hollywood (1) Ibrani (1) Interview (1) Istana (1) James Franco (1) Jodha (1) KTBM (1) Kakiscript Playwright Competition (1) Karya (1) Katholik (1) Keadilan (1) Kebab Connection (1) Kebebasan Kreatif (1) Komputer (1) Komrad (1) Korea (1) Kristian (1) Kung Fu Dunk (1) La Nuit des Caligraphes (1) Makanan (1) Malaysian Book of Records (1) Mamat Khalid (1) Man Laksa (1) Manga (1) Manifesto (1) Mary Magdalena (1) Mat Sentul (1) Melaka (1) Merdeka (1) Muzik (1) Napoleon (1) Naskhah (1) Negaraku (1) Negarakuku (1) Nick Murphy (1) Nicolas Cage (1) Nopen (1) Novel bersiri (1) Obama (1) P. Ramlee (1) PKN (1) PKR (1) PRM (1) Pakatan (1) Pantoum (1) Papua (1) Pemanasan global (1) Pena (1) Pendidikan Khas (1) Penulis (1) Pilihan Raya (1) Politik Baru YB J (1) Potret (1) Prima (1) Progresive Folk (1) Promosi (1) Psikologi (1) Puchong (1) Pulau Pinang (1) Pushna (1) Rajinikhan (1) Rasuah (1) Razak Moheidin (1) Reformasi (1) Republican (1) Revolusi Kebudayaan (1) Ria (1) Rise of the Planet of the Apes (1) Rock (1) Ron Howard (1) Rudi Soedjarwo (1) Sarawak (1) Sasterawan Negara (1) Satira (1) Season of the Witch (1) Semusim di Neraka (1) Shah Rukh Khan (1) Shamsiah Mohd No (1) Sharif Shaa'ri (1) Shuffle (1) Siasah (1) Sivaji the Boss (1) Soekarno (1) Sosialis (1) SoundCloud (1) Subbudaya (1) Sucker Punch (1) Sukan (1) Syed Husin Ali (1) TV Realiti (1) Taiwan (1) Teman Muhasabah (1) The Da Vinvi Code (1) The Last Life in Universe (1) The Warlords (1) Turki (1) Umno (1) Umno PKR (1) Video (1) Wayang Pacak (1) Woman On Top (1) Xiu Xiu (1) Yeshoshafat Harkabi (1) Yusmadi Yusoff (1) Zack Snyder (1) Zaid Ibrahim (1) adiwira (1) arahkiri (1) berani bercinta (1) dendang buat ibu (1) duta solaris (1) entri yang pernah ditarik balik (1) gig (1) ingin jadi manusia (1) instrumental (1) iseekmusic (1) kotak hitam 5.0 (1) malay mail (1) moi last von (1) puisi jadi senjata (1) ramadan (1) satuarah (1) single (1) zulfikar samsuri (1)